aku tahu, waktu berjalan sangat lambat
menjentik detik demi detik
sama dengan menanti sebuah bayang dalam kegelapan
tak terlihat
aku tahu, kau memang masih disitu
tidak pergi karena jarak
tidak menghilang karena jam terbentang
masih ada di tempatmu yang dulu
aku tahu, kau mungkin tak pernah ingin menantiku
atau sekedar melabuhkan pandangan padaku
atau memicingkan mata pada belas wajah yang aku tampakkan
atau pada belas harap yang aku tawarkan
namun aku juga tahu,
sedikit demi sedikit tentang kenyataan itu
tentang kau yang tak kunjung mengikutiku
tentang kau yang hanya memandangku
dari ufuk kejauhan tak bertepi
tak mengapa aku baik-baik saja
tak mengapa kau tak berjalan denganku
tak mengapa kau memilih untuk berlalu
meski sudah banyak yang terlewat
meski sudah banyak berjejak-jejak harap
tak mengapa, aku akan baik-baik saja
bukan salahmu yang tak datang kepadaku
bukan salahmu yang seolah memberi madu
bukan, ini bukan salahmu
ini adalah kenyataan
yang harus aku terima
dan biarkan segala uraian akan jadi kenangan
dan biarkan segala harap tesisa jadi debu
dan biarkan semua susunan mimpi hancur menderu
karena aku akan tetap disini
meski tak (mungkin) menanti dirimu lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar