Senin, 26 Januari 2015

Pulpen Hitam

tergolek lemah
diatas sumbu senja dewasa
dan berbaring sendiri
merasai keramaian dalam sunyi

tubuh mulai membeku
pada kata-kata pilu
dingin, menikam air mata
sejak terbitnya kelam
di semesta binasa

dan kita saling mendesak
bermain mata dengan sahaja
melalui sikap ringan kata
yang bersibak pada peraduan

Kamis, 08 Januari 2015

Bukan Urusan Saya

suatu hari, sebilah angin dari timur duduk menepi
ia menguap dan menyandarkan tubuhnya
pada sebuah pohon.
"betapa lelahnya aku hari ini" kata angin itu.
setelah beberapa waktu
secara tak sadar, ia tertidur dengan lelap

tak lama datanglah seekor burung gelatik
terlihat ia sedang memperhatikan angin itu,
lalu dengan perlahan ia mendekatinya,
"hmm.. sedang apa ia disini" pikir gelatik
"bukankah ia tak boleh terlihat, wah wah,,
kalau manusia lihat bisa gawat."

lalu burung gelatik itu bergidik,
ia mencoba mengeluarkan kicauannya
berharap agar si angin tadi terbangun,
namun setelah dua puluh menit enam belas detik
angin tadi belum juga terbangun dari tidurnya.

"apakah ia sebegitu lelahnya sampai
tak bisa bangun meski sudah kubangunkan"
burung gelatik tadi sedikit heran.
kembali ia bergidik dan berkicau dengan
frekuensi yang agak tinggi.
setelah sepuluh menit enam belas detik berkicau,
tak ada tanda apa-apa dari angin itu.
si burung gelatik pun mulai putus asa."

"ah, sudahlah.. ini bukan urusan saya"
celetuk burung gelatik, seraya meniru gaya ucapan
seorang presiden dari negeri antah berantah.

Minggu, 04 Januari 2015

Gila

ada orang gila menggilai seseorang gila lainnya,
yang juga gila akan kegilaan orang gila
yang gila seperti dirinya.

Sabtu, 03 Januari 2015

Gadis kecil yang tertidur diatas becak

seorang gadis kecil meringkuk; tertidur diatas becak
kakinya kurus, namun warnanya pucat
matanya terpejam, kakiknya gemetar
mungkin tanda sedang kedinginan

seorang gadis kecil meringkuk diatas becak:
bertanya dalam mimpi, ada apa gerangan dengan emak-bapaknya
mengapa tega meninggalkan ia disini,
bertanya apakah keduanya masih menyayanginya

dan gadis itu menyimpulkan sebuah senyum
terlihat begitu girang ia
gembira karena baru saja mendapat kecup manis emak-bapaknya;
walau sungguh semuanya hanya dalam mimpi saja

Sore buat Jakarta

hujan baru saja berlalu
dan kini segalas susu ada di kamarku
sepotong kisah mungkin saja berlalu
tapi tidak dengan kenyataan
yang harus berlanjut mau tidak mau

mungkin senja sore ini tidak hadir
yang biasanya menelusup melalui celah nadir
mungkin sore ini air turun dengan deras
pada suatu haluan yang kian meretas

dan sepotong sore kini tinggal meredup
menyisakan bait-bait angin hilir yang sendu
dan senja yang tak terlihat lagi
karena malam sebantar lagi sudah akan tiba

selamat sore, buat Jakarta