tergolek lemah
diatas sumbu senja dewasa
dan berbaring sendiri
merasai keramaian dalam sunyi
tubuh mulai membeku
pada kata-kata pilu
dingin, menikam air mata
sejak terbitnya kelam
di semesta binasa
dan kita saling mendesak
bermain mata dengan sahaja
melalui sikap ringan kata
yang bersibak pada peraduan
Senin, 26 Januari 2015
Kamis, 08 Januari 2015
Bukan Urusan Saya
suatu hari, sebilah angin dari timur duduk menepi
ia menguap dan menyandarkan tubuhnya
pada sebuah pohon.
"betapa lelahnya aku hari ini" kata angin itu.
setelah beberapa waktu
secara tak sadar, ia tertidur dengan lelap
tak lama datanglah seekor burung gelatik
terlihat ia sedang memperhatikan angin itu,
lalu dengan perlahan ia mendekatinya,
"hmm.. sedang apa ia disini" pikir gelatik
"bukankah ia tak boleh terlihat, wah wah,,
kalau manusia lihat bisa gawat."
lalu burung gelatik itu bergidik,
ia mencoba mengeluarkan kicauannya
berharap agar si angin tadi terbangun,
namun setelah dua puluh menit enam belas detik
angin tadi belum juga terbangun dari tidurnya.
"apakah ia sebegitu lelahnya sampai
tak bisa bangun meski sudah kubangunkan"
burung gelatik tadi sedikit heran.
kembali ia bergidik dan berkicau dengan
frekuensi yang agak tinggi.
setelah sepuluh menit enam belas detik berkicau,
tak ada tanda apa-apa dari angin itu.
si burung gelatik pun mulai putus asa."
"ah, sudahlah.. ini bukan urusan saya"
celetuk burung gelatik, seraya meniru gaya ucapan
seorang presiden dari negeri antah berantah.
ia menguap dan menyandarkan tubuhnya
pada sebuah pohon.
"betapa lelahnya aku hari ini" kata angin itu.
setelah beberapa waktu
secara tak sadar, ia tertidur dengan lelap
tak lama datanglah seekor burung gelatik
terlihat ia sedang memperhatikan angin itu,
lalu dengan perlahan ia mendekatinya,
"hmm.. sedang apa ia disini" pikir gelatik
"bukankah ia tak boleh terlihat, wah wah,,
kalau manusia lihat bisa gawat."
lalu burung gelatik itu bergidik,
ia mencoba mengeluarkan kicauannya
berharap agar si angin tadi terbangun,
namun setelah dua puluh menit enam belas detik
angin tadi belum juga terbangun dari tidurnya.
"apakah ia sebegitu lelahnya sampai
tak bisa bangun meski sudah kubangunkan"
burung gelatik tadi sedikit heran.
kembali ia bergidik dan berkicau dengan
frekuensi yang agak tinggi.
setelah sepuluh menit enam belas detik berkicau,
tak ada tanda apa-apa dari angin itu.
si burung gelatik pun mulai putus asa."
"ah, sudahlah.. ini bukan urusan saya"
celetuk burung gelatik, seraya meniru gaya ucapan
seorang presiden dari negeri antah berantah.
Minggu, 04 Januari 2015
Gila
ada orang gila menggilai seseorang gila lainnya,
yang juga gila akan kegilaan orang gila
yang gila seperti dirinya.
yang juga gila akan kegilaan orang gila
yang gila seperti dirinya.
Sabtu, 03 Januari 2015
Gadis kecil yang tertidur diatas becak
seorang gadis kecil meringkuk; tertidur diatas becak
kakinya kurus, namun warnanya pucat
matanya terpejam, kakiknya gemetar
mungkin tanda sedang kedinginan
seorang gadis kecil meringkuk diatas becak:
bertanya dalam mimpi, ada apa gerangan dengan emak-bapaknya
mengapa tega meninggalkan ia disini,
bertanya apakah keduanya masih menyayanginya
dan gadis itu menyimpulkan sebuah senyum
terlihat begitu girang ia
gembira karena baru saja mendapat kecup manis emak-bapaknya;
walau sungguh semuanya hanya dalam mimpi saja
kakinya kurus, namun warnanya pucat
matanya terpejam, kakiknya gemetar
mungkin tanda sedang kedinginan
seorang gadis kecil meringkuk diatas becak:
bertanya dalam mimpi, ada apa gerangan dengan emak-bapaknya
mengapa tega meninggalkan ia disini,
bertanya apakah keduanya masih menyayanginya
dan gadis itu menyimpulkan sebuah senyum
terlihat begitu girang ia
gembira karena baru saja mendapat kecup manis emak-bapaknya;
walau sungguh semuanya hanya dalam mimpi saja
Sore buat Jakarta
hujan baru saja berlalu
dan kini segalas susu ada di kamarku
sepotong kisah mungkin saja berlalu
tapi tidak dengan kenyataan
yang harus berlanjut mau tidak mau
mungkin senja sore ini tidak hadir
yang biasanya menelusup melalui celah nadir
mungkin sore ini air turun dengan deras
pada suatu haluan yang kian meretas
dan sepotong sore kini tinggal meredup
menyisakan bait-bait angin hilir yang sendu
dan senja yang tak terlihat lagi
karena malam sebantar lagi sudah akan tiba
selamat sore, buat Jakarta
dan kini segalas susu ada di kamarku
sepotong kisah mungkin saja berlalu
tapi tidak dengan kenyataan
yang harus berlanjut mau tidak mau
mungkin senja sore ini tidak hadir
yang biasanya menelusup melalui celah nadir
mungkin sore ini air turun dengan deras
pada suatu haluan yang kian meretas
dan sepotong sore kini tinggal meredup
menyisakan bait-bait angin hilir yang sendu
dan senja yang tak terlihat lagi
karena malam sebantar lagi sudah akan tiba
selamat sore, buat Jakarta
Langganan:
Komentar (Atom)