Rabu, 06 Mei 2015

Mengapa

Kulihat, segala pagi itu penuh dengan warna
ada awan yang berbaris, ada langit yang membentang
ada pula cakrawala yang tengadah tiada habisnya

Kutatap, segala peri kehidupan sepagi itu
daun-daun berenda-renda di kemuning surya
tanah bergulat bersama cacing-cacing yang banyak jumlahnya
juga jalanan, yang tiada henti bernafas dengan segala pikuknya

Kudengar, semua suara di kejauhan mata
anak-anak kecil yang tertawa, juga ibu-ibu tua
yang membopong renta itu bakul-bakul penuhnya
dan bapak-bapak senja, yang saling menatap, memancarkan khawatir
berharap sirnakan segala ratap.

Kusapa segala pagi ini dengan pertanyaan
perihal segala aku punya kegelisahan
tentang bakul, tatapan, harap, cacing dan cakrawala,
tentang mengapa mereka semua, mesti duduk disini
di depan aku sedang berhadapan,
mengapa?