Kamis, 31 Maret 2016

Sajak di hari yang berhujan



Kadang romantis itu tak perlu kau cari dalam puisi,

kadang romantis itu bisa kau temukan di tempat yang biasa kau lalui;

Jalan raya



Saat kau melihat dua orang yang sedang berdiri di pinggir jalan,

disewaktu tiba hari jelang berhujan,

sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja,

yang kau mengetahui hal itu dari gurat wajah mereka yang menua,

dari senyuman yang tersaji indah, penuh makna

kau melihat tatapan mereka, penuh cinta

saat sang suami mengeluarkan sesuatu dari tasnya

bukan, bukan intan dan permata

hanya selembar jas hujan dari plastik

untuk melindungi sang istri dari hujan rintik



alangkah romantisnya mereka,

lalu bagaimana dengan dirimu?

masihkah kau menanti diujung jalan itu?


Haturnuhun, arigato, thank you,

terima kasih saya ucapkan kepada kawan-kawan yang sudah bersedia membaca tulisan dalam blog ini. terima kasih pula buat kawan-kawan yang telah sudi berkomentar pada beberapa pos blog ini meski kenyataannya tulisan di dalamnya masih jauh dari kata baik. terima kasih atas segala dukungannya, termasuk kepada google dan blogspot yang telah mengijinkan saya menuliskan beberapa patah kata disini. terima kasih semuanya. salam.