Jumat, 20 Juni 2014

wanita jalang?

Di jalan yang sunyi
Dia mendekam dengan sepi
Dan Semilir angin gelap tunjukan
Mata-mata yang dingin
Merajai satu demi satu rinci tubuh
Yang berfantasi sampai tinggal
dalam jeruji mimpi

wanita-wanita lain berpendar
saling melempar ejek sesama
satu berteriak, memekik dengan anggun
pada gerombolan pemuda berbadan gelap
dengan celana loreng, mereka todongkan senjata
pada wanita yang memekik tadi
agar mau diajak pergi, untuk melayani

dengan kaki yang disilangkan
juga rokok putih yang baru saja menyala
ia menyibak todongan senjata itu
‘kau pikir aku disini karena apa, hah?’
Seorang pemuda gelap berdiri tegap
Kaget dan mulai marah
‘wanita jalang, kau berani menahan kehendakku’
Dan wanita hanya diam, tapi sorot mata itu
Tak sedikitpun menampakkan ketakutan
‘sini kau, akan kuberi kau pelajaran’

Lelaki tadi bermuka masam dan merah
Sang wanita tergeret menuju aspal jalan
Ditariknya lengan lelaki, gagal
Dipukulnya tubuh atletis si lelaki
Percuma, ia makin menjadi
Wanita lengah, dan ia ditampar keras
Hingga berdarah permukaan wajah
Hingga tersungkur jauh beribu peluh

Hingga sendiri dan tak sadarkan diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar