Di jalan yang sunyi
Dia mendekam dengan sepi
Dan Semilir angin gelap tunjukan
Mata-mata yang dingin
Merajai satu demi satu rinci
tubuh
Yang berfantasi sampai tinggal
dalam jeruji mimpi
wanita-wanita lain berpendar
saling melempar ejek sesama
satu berteriak, memekik dengan
anggun
pada gerombolan pemuda berbadan
gelap
dengan celana loreng, mereka
todongkan senjata
pada wanita yang memekik tadi
agar mau diajak pergi, untuk
melayani
dengan kaki yang disilangkan
juga rokok putih yang baru saja
menyala
ia menyibak todongan senjata itu
‘kau pikir aku disini karena
apa, hah?’
Seorang pemuda gelap berdiri
tegap
Kaget dan mulai marah
‘wanita jalang, kau berani
menahan kehendakku’
Dan wanita hanya diam, tapi sorot
mata itu
Tak sedikitpun menampakkan
ketakutan
‘sini kau, akan kuberi kau
pelajaran’
Lelaki tadi bermuka masam dan
merah
Sang wanita tergeret menuju aspal
jalan
Ditariknya lengan lelaki, gagal
Dipukulnya tubuh atletis si
lelaki
Percuma, ia makin menjadi
Wanita lengah, dan ia ditampar
keras
Hingga berdarah permukaan wajah
Hingga tersungkur jauh beribu
peluh
Hingga sendiri dan tak sadarkan
diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar