Ribuan orang tiap tahun mengantri
mengambil formulir melempar berkas
peluangnya kecil,yang ingin banyak
akhirnya sana sini ambil bagian
ada yang menyodok, ada yang menyuap
dan adapula yang minta tolong kerabat
semuanya sama, sama-sama ingin jadi PNS
memang ada uang lauk pauk, tapi di rumah justru jarang makan lauk pauk
kalau ada itupun tidak mewah, paling hanya tempe dan tahu
tapi itu juga harus di syukuri, Alhamdulillah
namanya juga jadi PNS
Sudah mulai menua, anak tanggungan masih tiga
satu masih SMP, satu masih SD dan satu lagi
masih di gendong ibunya
pusing tujuh keliling karena uang
lalu coba keliling keliling cari tambahan
sama, malah makin pusing
ah, memang harus begitu, saya kan PNS katanya
Akhirnya pensiun tiba juga
anak pertama cuma sampai SMA
akhirnya ia memilih kerja
daripada hidup menjadi beban orang tuanya
maafkan bapak nak, katanya. bapak hanya seorang PNS
Anaknya yang kedua, gelisah sana gelisah sini
takut kalau tidak bisa lanjut sekolah
memang sih sekolah tidak bayar, tapi memang buku dan seragam tidak pakai uang
lanjutkan sekolah nak, nanti bapak tambahi lagi uang sekolah mu gumamnya
dari uang pensiunan PNS
Adiknya yang kecil sudah mau masuk TK
tapi kata ibunya lebih baik kalau tidak
nanti langsung masuk SD saja katanya
yang penting kini bisa tulis dan membaca
kalau sudah besar, bapak ingin kamu jadi dokter saja rintihnya
sedikit menyesal jadi PNS
Ya,inilah potret PNS di negeri ini
Hidup dalam kesempitan
Gaji yang tak seberapa, namun penuh pengabdian
Ya, inilah ode seorang PNS memang
Tidak banyak yang bisa dilakukan
Tapi bagi mereka inilah jalan kejujuran
tidak seperti mereka yang di atas (mereka, penguasa yang berkehendak seenaknya)
yang memiskinkan bangsanya sendiri karena korupsi
yang memunculkan kesengsaraan karena ambisi pribadi
yang menindas bangsa sendiri, coklat lawan coklat
cih, betapa kejinya mahluk-makhluk seperti mereka ini
*Ayahku seorang PNS. dan aku bangga kepadanya.