Kulihat
kerlip bintang gemintang malam ini
Bersinar
menyendiri di ufuk semburat
Aku
mengandaikan jika ia adalah dirimu
Yang
mungkin saja memang sedang sendiri
Di
malam ini bersama sang waktu
Kulihat jalan di depanku perlahan
mengerucut
Berbatas dinding-dinding makhluk
yang berkeluh kesah
Kukira engkau sedang duduk
menelungkup
Atau membaca buku sambil
menggumamkan sesuatu
Atau bisa saja engkau sedang
bercengkrama
sambil memeluk seseorang
Bolehkah aku cemburu pada yang kau
peluk itu?
Tidak, Justru aku harus bergembira
Karena yang kau peluk itu adalah
sepupu kecilmu
Atau seorang keponakanmu yang lucu
Anak dari kakak-kakakmu
Yang kelak nanti mereka adalah
bagian dariku
Sementara
aku, aku sendiri masih seperti ini disini
Masih
begini bergeming dengan kekakuanku
Atau
bolehkah aku jujur padamu bahwa sekarang
Sedang
memikirkan keberadaanmu?
Boleh
ya, boleh kan?
Ah
teryata kau tidak menjawabnya
Kau
malu ya padaku
Tak
perlu malu, karena aku sendiri yakin
Kalau
kamu itu tidak sedang kupandangi
Jangan
malu ya
Ah ya, atau mungkin kutanya saja
kabar keluargamu
Kabar ayahmu, kabar ibumu, dan kabar
saudara-saudaramu
Yang kelak semuanya kata mu akan
kuganti dengan ku
Karena antara kamu dan aku sudah tak
ada jemu
Sudah menentu dalam takdir tertentu
Bukan lagi tamu, apalagi perampok
hatimu
Karena kita kian padu, lembut melepas
saru
Asiik, karya terbaru si kupu-kupu (ber) isi :D
BalasHapusiya, alhamdulillah mas opik. silahkan menikmati sajian di blog ini :)
Hapus