tidak setiap mata berakhir setia
tidak setiap masa bertengger dalam rasa yang sama
hadirnya cinta bukanlah perkara duka nestapa
tapi juga bukan mendayu siulan merah purnama
ada jarak saat kita berdiri sendiri
ada pula cemas saat tambatan tak lagi dikail
maka biarkan saja kompas yang menjadi pacu
biarkan hitam gelap awan yang kau rasa tinggal kenangan
mengecam diri tak akan pernah menyisakan kebenaran
dan setiap jiwa tak selalu bertemu masa
namun mungkin ada satu jiwa yang datang tepat waktunya
dia pernah terlambat, tapi sudah janji untuk merekat
bersama jiwa sendirimu, yang dulu sering kau keluhkan
di setiap nafas detik kehidupan yang kau tuju
Tidak ada komentar:
Posting Komentar