senja ini, disaat debu-debu bertumpuk
bersama raungan deru gemuruh mesin
kita menyaksikan wajah-wajah yang lelah
pucat pasi dengan rona menghitam
di kulit yang kian menipis
senja ini, disaat satu persatu berhamburan
bak lebah yang keluar dari sarang
kita menyaksikan satu demi satu batang kepala itu
saling menyengat dan menyeruduk
berebut untuk merenggut ratu, nyanyian musim kawin
dan kita adalah lebah yang mulai sadar
mencoba untuk pergi dan menyebar
namun sayang, kawan, kita sudah disini
terikat dengan tadisi dan budaya
untuk saling berebut dan bersikut
merebut madu, merebut jatah kawin dengan ratu
dan kita terpaksa menjalani nasib sama
seperti lebah lainnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar