Selasa, 26 Agustus 2014

sebuah masa dalam kepingan waktu

sebuah masa dalam kepingan waktu
mendekam melalui abu; semu 

dalam takwil perlawan, kawan
kita tak pernah lupa pada kelam 
bahwa jejak-jejak alam yang kau tinggal 
muncul dari balik duli menduri 

lalu sepotong kenang itu
melahap jasa-jasa, seakan 
merontokkan satu demi satu 
logika-logika prematur, ciri khas
pemain muda yang sok tau 
  
bahwa di temaram surau itu 
kita pernah bersatu, menderu 
menjauhi satu demi satu 
sloki yang menjadi kegemaran 
di saat rutinitas menjebak kita 
bahwa butir-butir putih itu 
adalah masalah yang padu 

disitu
ada kenang yang aku rasa indah 
ada candu agama yang mendera
namun kau, mendadak pergi 
menjauh dari apa yang selama ini 
menjadi 'ekstasi' halal 
dan bukan seperti saat ini 
sengaja menjebak diri 
pada himpunan awan gelap
menumpuk dalam hutan agar tersesat;
melabuhkan hati pada temaram gelap
tanpa sepotong lilin pun kau genggam 
tanpa setitik panas yang kau regam 
dan..... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar