hanya ada satu desau saat itu
sewaktu angin melintas cergas
dan jutaan kata sudah terangkai
demi mengindahkan segala konstelasi
perasaan yang sudah menumpuk sekian lama
ada rangkai yang mendayu, juga sendu
meniti rimba-rimba gelora cinta
ada rangkai yang sumbang, tak sambung
merintangi batuan dekat tepi jurang
dan jarak sudah semakin dekat
ada makna yang coba diungkap
dan desir semakin cepat
bersama darah yang makin tidak cerah
seulas senyum menipis
dari balik bibir kisut yang gelap
sepintal harap menjejak
dari balik pikir yang tak lagi kikir
tapi kisut karena menyusut
dan jarak sudah semakin dekat
ada makna yang coba diungkap
dan ada cekat yang keluar cepat
dalam balutan semangat yang singkat
seulas senyum kembali terurai
disambut senyum kecut khas pengecut
sebuah kata ajaib pun muncul darinya
"Hai"
sayang tak ada jawaban
dari balik bibir kisut yang gelap itu
mendadak takut, juga
keburu kisut karena menyusut
alamak...segalanya pun jadi kusut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar