Jumat, 20 Juni 2014

Dua buah tanya

Aku membawa segenggam harap dari balik asa
Membangunkan segala titah yang pernah  tenggelam
Bersama lautan duri yang tak pernah erlihat jelas

Aku menjinjing seikat mimpi ke dalam kain suci
Menerawang menjejaki satu demi satu titian fana
Hingga merasa akan melabuhkannya
pada suatu hari yang jingga

Aku menelusupi rimbunnya kecemasan
Menelisik bait demi bait dalam konstelasi murni
awan hitam yang perlahan kini telah memudar

bisakah aku membawa ‘kita’ menuju keabadian?
Mungkinkah aku membimbingmu menuju kesucian?
Tanyaku padamu

Dan kau hanya menjawab,
“Keindahan itu hanya ada pada apa yang aku temui,

dan bukan pada apa yang aku nanti”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar