Aku
membawa segenggam harap dari balik asa
Membangunkan
segala titah yang pernah tenggelam
Bersama
lautan duri yang tak pernah erlihat jelas
Aku
menjinjing seikat mimpi ke dalam kain suci
Menerawang
menjejaki satu demi satu titian fana
Hingga
merasa akan melabuhkannya
pada
suatu hari yang jingga
Aku
menelusupi rimbunnya kecemasan
Menelisik
bait demi bait dalam konstelasi murni
awan
hitam yang perlahan kini telah memudar
bisakah
aku membawa ‘kita’ menuju keabadian?
Mungkinkah
aku membimbingmu menuju kesucian?
Tanyaku
padamu
Dan kau
hanya menjawab,
“Keindahan
itu hanya ada pada apa yang aku temui,
dan
bukan pada apa yang aku nanti”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar