"dulu aku takut, jikalau menyentuh sedikit saja tanganmu
maka ia akan jadi tumpukan dosa bagiku
dulu aku takut, kalau menggodamu sedikit saja
maka itu akan jadi ajang tambah dosa bagiku
dulu aku ragu, sewaktu akan mendatangi rumah orang tuamu
khawatir akan ditolak mentah-mentah karena awamnya ilmu dan amalku
dulu akau begitu grogi, ketika mengutarakan untuk menjemputmu putri
sungguh saja gemetar hati ini, saat menyaksikan ayahmu duduk di depanku
tapi kini aku tak lagi begitu,
kalau dulu menyentuh tanganmu membuatku berdosa
kini menggenggam jemarimu saja membuat aku mendapatkan pahala
kalau dulu menggodamu sedikit saja membuat aku nanti nestapa
maka kini membohongimu dengan mengatakan dirimu jelek saja
dengan maksud menggoda dan senda gurau
malah membuat aku berpahala
sungguh tiada tara nikmat seperti ini
dan untuk para penunggu, ayo segerakan
apa lagi yang kamu tunggu
tidakkah kalian sedikitpun iri kepada kami?"
begitu kata seorang lelaki yang lebih tua dariku
"tentu saja kami iri pada kalian wahai kakak, mas, mbak, akang, teteh, abang, mpok" jawabku :)
siaaap mas, jadi sampean kapan mau nya nih? hhe, awas ke langkahi adek nya, :D d tunggu yo mas kabare
BalasHapushaha.. kallo aku sih mau nyari kerja dulu e mas.. baru nanti nyari2.. haha
BalasHapussip nanti tak kabari yo