Rabu, 13 November 2013

Tidakkah kalian iri pada kami

"dulu aku takut, jikalau menyentuh sedikit saja tanganmu
maka ia akan jadi tumpukan dosa bagiku
dulu aku takut, kalau menggodamu sedikit saja
maka itu akan jadi ajang tambah dosa bagiku
dulu aku ragu, sewaktu akan mendatangi rumah orang tuamu
khawatir akan ditolak mentah-mentah karena awamnya ilmu dan amalku
dulu akau begitu grogi, ketika mengutarakan untuk menjemputmu putri
sungguh saja gemetar hati ini, saat menyaksikan ayahmu duduk di depanku

tapi kini aku tak lagi begitu,
kalau dulu menyentuh tanganmu membuatku berdosa
kini menggenggam jemarimu saja membuat aku mendapatkan pahala
kalau dulu menggodamu sedikit saja membuat aku nanti nestapa
maka kini membohongimu dengan mengatakan dirimu jelek saja
dengan maksud menggoda dan senda gurau
malah membuat aku berpahala
sungguh tiada tara nikmat seperti ini

dan untuk para penunggu, ayo segerakan
apa lagi yang kamu tunggu
tidakkah kalian sedikitpun iri kepada kami?"
begitu kata seorang lelaki yang lebih tua dariku

"tentu saja kami iri pada kalian wahai kakak, mas, mbak, akang, teteh, abang, mpok" jawabku :)



2 komentar:

  1. siaaap mas, jadi sampean kapan mau nya nih? hhe, awas ke langkahi adek nya, :D d tunggu yo mas kabare

    BalasHapus
  2. haha.. kallo aku sih mau nyari kerja dulu e mas.. baru nanti nyari2.. haha
    sip nanti tak kabari yo

    BalasHapus