Jumat, 29 November 2013

Semerbak Realita

ada, tukang pisang yang sudah berumur
menjaja dagang sampai malam larut
ada manusia-manusia menjamur
dalam pesta pora sampai malam larut

ada tukang sol sepatu, ada tukang sendal kulit
duduk di emper masjid, selepas magrib
satu persatu mencoba menawarkan barang
namun hanya satu dua yang menjawab ajakannya
sisanya habis, sedihlah tertinggal dalam hati
mau apalagi, inilah yang terjadi

ada anak jalanan malam-malam
duduk-duduk di pos polisi yang ditinggal
kini mereka tak lagi dapat uang
karena banyak yang mengira
bahwa mereka lebih kaya
padahal tidak, koruptor itulah
yang lebih kaya, bahkan raya
karena mereka begini
juga karena mereka
bukan mau mereka (anak-anak itu)

mereka ditinggal ayahnya
sosok lelaki yang seharusnya melindungi
sosok yang semestinya jadi panutan hati
tambatan hati untuk hidup ini
tapi ternyata pergi, jauh entah kemana

mereka ditinggal ibunya
yang jadi penjaja malam
yang jadi pemilik jajanan malam
pula yang menjual kopi untuk pembeli jajanan malam

kasihan mereka. tapi ternyata ada yang lebih kasihan. siapa dia?
ternyata itu adalah aku. yang ada disini
duduk menuliskan tentang mereka seolah mereka tidak bahagia dengan hidupnya
padahal aku hanya melihat,tapi aku tidak merasa
oh apalah aku ini. banyak sok tahu tentang apa yang terjadi. kasihan si aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar