Kamu mungkin sedang duduk di pojok kamarmu
Sambil membaca buku untuk mengusir sepi
Dan disini aku sendiri, tiduran di atas kasur
Sembari mengetik naskah ini
Aku tak bisa membayangkan wajahmu
Kamu juga hanya bisa bersenandung
Nyanyian angkasa bergumam dari bibirmu yang mungil
Seolah-olah kita sudah bertemu dan sedang memadu rindu
Di waktu yang lain, aku terdiam bisu disitu
Memikirkan kamu yang mungkin lucu
Sementara kamu duduk bersimpuh sambil berdoa
Memanjatkan seuntai kata
Siang itu kamu sedang memasak
Ketika aku sedang ingin mulai bersuara
Sedikit parau, sambil menyebut dirimu
Walau ku tahu kau masih tanpa nama
Lantas sore pun aku berdoa
Sama selayaknya yang kamu lakukan
Ah.. bukankah ini begitu romantis?
Kamu mendoakan aku, dan aku mendoakan kamu
Padahal kita tidak saling tahu, apalagi saling kenal
Tapi entah kenapa hati ini jadi mulai bersatu
Pada satu simpul titian qalbumu dan qalbuku
Tunggu ya kehadiranku disaat itu
Jatinangor, mendekati akhir tahun 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar