Rabu, 20 Maret 2013

Hitam Putih


ketika aliran sungai menerpa batuan
adakalanya ia adalah kodrat
bukan berkata bahwa itu sebuah kesialan
ngeri di ujung tanduk, serasa bawah tanah merajuk

kadangkala aliran sungai tak berjalan mulus
kelokan sesaat dan tajam jadi stimulus
entah untuk bangkit atau malah menjatuhkan diri
dari 'jebakan' sang kuasa dunia ini

kita, yang hanya bisa resah, saat perlahan bebatuan mulai bergemercik
komet api hinggap dalam kaki-kaki yang beku
menahan amarah hingga gontai berjalan, menyeret-nyeret
tanpa peluh, tapi bersisa keluh dan darah yang melepuh

Wahai MU
Ampuni aku yang berdosa ini
maafkan aku wahai ibu, ayah...
sesaat ketika mau harapan, namun kini serasa hambar
pelangi tak lagi berwarna merah, kuning menyaru abu-abu
hijau tertelan hitam dusta
dan kini, inilah dunia kita
di dunia hitam putih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar