karena hanya akan membawa luka;
saat detik-detik aku menelusuri garis nasib
yang tak kunjung berbaik hati
tak akan seelok itu
kalau aku tak memandangmu dari sudut situ
dari hamparan daratan asing yang bertuan
dari tanah pijakan yang diimpikan
dan tak akan seindah kenangan kita bersama
saat awan-awan putih ini mengantarkan aku;
menelusuri tangga demi tangga yang mendorongku
untuk pergi menjauh darimu untuk sementara waktu
serta tak akan serindu ini
kalau aku dan kamu tak berjarak selayak inchi demi inchi
karena bukan apa yang menjadi anganku pada dirimu
tapi apa yang menjadi harapmu padaku
oo sesegar angin pantai di Ujungkulon
oo sesemampai pohon-pohon di Sunda kelapa
oo hau hadomi o, Indonesia!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar