Kesedihan adalah kotanya hati
Tempat dimana ruang-ruang
Abadi kehidupan berkecamuk
Kesedihan bagaikan gurun
Tempat muara sejuta air mata
Yang tersimpan rapat dalam
Deru debu kepalsuan
Apakah kita masih menunggu
Sampai sudi kita untuk berkelambu?
Apakah kita masih akan menunggu
Sampai susah mendera kita?
Maka, katakanlah pada semesta;
Bahwa engkau akan membiarkan hujan
yang datang menyentuh pipimu
untuk membasuh segenap air mata dan
membawanya jauh menuju dasar bumi
untuk melebur bersama sungai bawah tanah
untuk menghilang dalam danau air gurun
agar hilang kesedihan itu
agar sirna kegalauan itu
seiring dengan mengeringnya
wajah dan hatimu dari kesedihan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar