Di keras jiwa yang membentang
Ada kelembutan yang tak tersiar
Di kesejatian sikap
Ada kerelaan untuk
berbagi
Dan di keheningan malam yang sunyi
Ada tangis doa pada tambatan hati
Ia membuang masa indah dalam kehidupannya
Untuk orang yang kadang menyiakannya
Ia meluaskan harapnya, menghapus mimpinya
Lantas melukiskan segala halnya
Untuk mereka yang ia cinta
Ia diam bukan karena tidak peduli
Tapi ia diam karena pedulinya
Takut kalau bersalah kata
Takut akan melukai orang yang ia cinta
Maka ia menjaganya,
merenunginya
Sebagai sebuah harapan
Ia dingin, bukan karena inginnya
Melainkan karena ingin tambatannya menjadi kuat
Tak melulu hidup dalam tempurung
Ia menjalaninya, kerasnya jalanan,
Kerasnya tikaman dan usikan
Dari orang-orang yang melukainya
Dari orang-orang yang tak tahu
Betapa sesungguhnya semua dilakukan
Hanya untuk kebaikan masa depan
Mereka yang ia anggap patut untuk ada di depan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar