Senin, 19 Agustus 2013

Suatu ketika

Suatu ketika, saat simfoni kepedihan mulai berurai
Mata tak lagi mampu menatap
Hati tak lagi menancap, pun pikiran pula mulai menyusut
Ada rintihan pilu yang tak mampu dijelaskan
Ada hempasan nafas yang tak bisa diterjemahkan
Ada tetesan air yang tak mampu dibendung
Dan ketika pagi harap tak lagi menjejak
Ketika awan putih berganti menjadi hitam
Dan semua kenangan menjejak dalam titian curam
Maka ia tinggal menyesap, dalam
Bulir-bulir daun yang tinggal separuh
Menandakan tepian luka yang masih bernanah
Kita yang memang pernah sekali bersua
Dengan lembayung sore di kala senja
Mulai sedikit demi sedikit melupa
Mengeraskan hati, menyisakan memori
         Dan kita pun telah benar-benar berdusta
         Bahwa kita tak pernah bersua dengannya
         Bak de javu di pagi buta Sirna semesta,
         Alam raya melepas energi saka, suka atau tidak suka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar