Suatu ketika, saat simfoni kepedihan mulai berurai
Mata tak lagi mampu menatap
Hati tak lagi menancap, pun pikiran pula mulai menyusut
Ada rintihan pilu yang tak mampu dijelaskan
Ada hempasan nafas yang tak bisa diterjemahkan
Ada tetesan air yang tak mampu dibendung
Dan ketika pagi harap tak lagi
menjejak
Ketika awan putih berganti menjadi
hitam
Dan semua kenangan menjejak dalam
titian curam
Maka ia tinggal menyesap, dalam
Bulir-bulir daun yang tinggal
separuh
Menandakan tepian luka yang masih
bernanah
Kita yang memang
pernah sekali bersua
Dengan lembayung sore di kala senja
Mulai sedikit demi sedikit melupa
Mengeraskan hati, menyisakan memori
Dan kita pun telah benar-benar berdusta
Bahwa kita tak pernah bersua dengannya
Bak de javu di pagi buta Sirna semesta,
Alam raya melepas energi saka, suka atau tidak suka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar