sepagi ini, gelas kopi sudah bersiap
menampung gula, air mendidih,
dan tentu saja kopi.
dengan tulus, si gelas mempersilahkan
gula untuk datang kepadanya.
dan dengan tulus pula, kopi menceburkan diri
menyusul si gula,
pada pelukan si gelas.
dan sungguh mereka tahu,
kalau segalanya akan sampai disitu;
saat-saat air menumpahkan tubuhnya
dan membawa mereka larut.
mereka mengikhlaskannya,
seolah yakin bahwa mereka tercipta
memang untuk begitu
dan buih-buih letupan pun lalu muncul
mereka seakan berteriak, beriak
mementahkan suatu nasib di kala pagi
menjadi larutan kopi, manis dan pahit
dalam suatu bejana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar