tergolek lemah
diatas sumbu senja dewasa
dan berbaring sendiri
merasai keramaian dalam sunyi
tubuh mulai membeku
pada kata-kata pilu
dingin, menikam air mata
sejak terbitnya kelam
di semesta binasa
dan kita saling mendesak
bermain mata dengan sahaja
melalui sikap ringan kata
yang bersibak pada peraduan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar