Selasa, 11 November 2014
Pada suatu malam
Pada suatu malam yang dingin
pemuda itu duduk di tepi
sebuah jalan
terombang-ambing dalam sengketa
pencarian nasib
saat itu ia sedang letih
kakinya gemetar sedih
karena jalan yang ditempuhnya
penuh kerikil nan memberikan luka
di dalam hatinya ia mengusap
air mata kesedihan
yang tertampak seperti luapan kantuk
ia menyekanya perlahan
menyisikan bulir-bulir
yang mengalir menuju hilir wajahnya
pemuda ini punya mimpi yang sederhana;
ia tak ingin letih lalu duduk di tepi jalan
karena sedih mencari titik nasib
yang terasa semakin dingin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar