Puisi dari A teruntuk R
Ia bagaikan dewi bumi
melata dalam dunia yang tidak dimengerti
Ia selalu mengulas senyum
menebar kehadiran yang dirindu
para pencari ulung
ketika jejak-jejak langkahnya berpadu
membiru bersama keanggunan mata jeli
seolah menghadirkan awan-awan yang teduh
dan ikut memayungi para pencari nirwana
yang haus akan kejernihan hati dan jiwa
seperti dirinya
sementara, ada sepasang mata yang menjaga jarak
mengumpulkan gumpal keberanian
untuk menjmput sang dewi bumi
namun ada rasa ringkih di hati
pada diri yang tak kunjung menjadi
manusia denga hati yang suci
seperti halnya dengan dirinya
akankah, akankah ada kesempatan itu?
akankah, akankah ada masa itu?
sang dewi terus saja menebar senyum
mengulasnya menjadi rentetan magnet
yang menarik para perindu nirwana
untuk datang menghampiri
baik untuk sekadar menyapa
atau menanya, tentang masa depan
dan dewi bumi, masih kah ada kesempatan untuk
dia mendekam dalam sepi,
masih adakah jalan untuk
dia menunggu dalam sunyi
sendiri dan menepi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar