Begini, ini bukan tentang dirimu
tidak jua tentang pertemuan
namun ini tentang diriku
tentang diriku yang aku persalahkan
tentang segala kebodohan yang selalu
menghampiriku setiap waktu
Kau mungkin sudah begitu sabar
dengan elastisitasnya yang tanpa batas
Kau mungkin sudah merenung,
berdiam diri diantara malam
menyejajarkan kepala dan ujung kaki
membawa malam puitis
pada doa-doa yang terpanjat ritmis
ini tentang diriku
tentang kebodohanku
tentang ketakutanku
tentang kebengisanku
pada sebuah rasa bernama harapan
Ya, ini tentang diriku,
kelemahanku yang aku coba timpakan
pada dirimu
padahal kau senantiasa berujung disitu
ini tentangku
yang ingin ku cabik-cabik sendiri kulitku
yang aku lemparkan ke padang penuh debu
yang aku campakkan di hamparan laut yang beku
ini tentangku,
seperti mendengar dengus kemarahan Chairil pada dirinya sendiri,
Mampus kau dikoyak-koyak sepi!!
*sajak untuk seorang siluet yang selalu hadir dalam tiap angan ku
tidak jua tentang pertemuan
namun ini tentang diriku
tentang diriku yang aku persalahkan
tentang segala kebodohan yang selalu
menghampiriku setiap waktu
Kau mungkin sudah begitu sabar
dengan elastisitasnya yang tanpa batas
Kau mungkin sudah merenung,
berdiam diri diantara malam
menyejajarkan kepala dan ujung kaki
membawa malam puitis
pada doa-doa yang terpanjat ritmis
ini tentang diriku
tentang kebodohanku
tentang ketakutanku
tentang kebengisanku
pada sebuah rasa bernama harapan
Ya, ini tentang diriku,
kelemahanku yang aku coba timpakan
pada dirimu
padahal kau senantiasa berujung disitu
ini tentangku
yang ingin ku cabik-cabik sendiri kulitku
yang aku lemparkan ke padang penuh debu
yang aku campakkan di hamparan laut yang beku
ini tentangku,
seperti mendengar dengus kemarahan Chairil pada dirinya sendiri,
Mampus kau dikoyak-koyak sepi!!
*sajak untuk seorang siluet yang selalu hadir dalam tiap angan ku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar